BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Saturday, December 11, 2010

Rutinitas

Ketika telinga dengan sigap menangkap bunyi alarm
Ketika kelopak mata terbuka lunglai
Ketika kaki melangkah malas di bawah lampu temaram
Ketika itu hari baru pun dimulai

Modal tekad seadanya dipaksa untuk mengusir malas
Sementara raga masih berhak atas tuntutan istirahat
Bibir pun turut turun tangan dengan bersiul keras
Semata untuk menciptakan suasana pagi yang nikmat

Melewati jalan yang sama, ke tempat yang selalu sama
Bukan tanpa bosan, namun tak ada pilihan lain
Menatap lurus ke depan seolah tak mengacuhkan sesama
Bukan keinginan, namun tak ada waktu main-main

Roda kendaraan berlomba mencari celah padatnya jalanan
Tampak saling sikut untuk segera sampai tujuan
Sudah pasti, debu dan asap turut berparade
Layaknya perayaan di akhir perlombaan olimpiade

Rutinitas...
Begitu mereka menamainya
Dan menyerahkan diri untuk terjebak di dalamnya
Bahkan beberapa rela kehilangan kehidupan sosial
Seperti tak mengindahkan yang telah langka

Alasan demi menyambung nyawa menjadi cukup logis
Tak peduli lagi remeh temeh sekalipun terasa manis
Demi kemapanan
Demi masa depan

Dan...
Ketika matahari bersiap-siap dipindahtugaskan
Ketika satu per satu lampu di tiap ruangan dimatikan
Ketika itu senja mewarna di langit pesisir
Ketika itu satu hari pun berakhir

0 comments: